News Headlines

India Siap Genjot Investasi di Indonesia

Kamar Dagang dan Industri India (Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry/FICCI) menyatakan kesiapannya menambah investasi di Indonesia hingga 50 persen. "Investasi asing langsung (foreign direct investment) India mencapai US$ 4-5 miliar per tahun. Kami targetkan bisa naik 50 persen per tahun," kata Presiden FICCI, Naina Lal Kidwai, setelah membahas rencana kerja sama dengan Kadin Indonesia di Jakarta kemarin.

Bagi India, peluang investasi di Indonesia sangat besar dari sisi populasi dan meningkatnya konsumen kelas menengah. India akan berfokus pada sektor-sektor yang memang sudah menjadi andalannya di Indonesia, antara lain infrastruktur, otomotif, dan energi. "Indonesia mau membangun banyak bandara, jalan raya, dan penunjang transportasi. Kami tentu akan masuk pada area ini," kata Naina. Untuk sektor otomotif, kemungkinan India akan membangun pabrik di Indonesia.

Read more...

Kawasan Industri Disertifikasi Mulai Tahun Depan

Untuk meningkatkan daya saing dan menarik minat investor berinvestasi di kawasan industri, pemerintah akan memberlakukan Standar Kawasan Industri Indonesia pada 2014.

Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya sedang menyusun standardisasi untuk kawasan industri.

Nantinya, kawasan industri yang masuk dalam Himpunan Kawasan Industri (HKI) akan dinilai untuk mendapatkan sertifikasi. Sertifikasi ini yang akan menunjukkan bahwa kawasan industri sudah memiliki daya saing.

Read more...

MS Hidayat: Kondisi Ekonomi Masih Kondusif untuk Industri

Pemerintah menyatakan gejolak ekonomi yang terjadi masih terkendali dan belum memberikan dampak bagi industri.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan nilai tukar rupiah yang terus tergerus terhadap dolar AS dan sempat tembus di atas level Rp10.700 belum memberikan dampak bagi industri.

“Memang melemah, tetapi masih terkendali. Harus dilihat dahulu seberapa besar pelemahan tersebut. Bila bertumpu pada nilai tukar, sekarang masih terkendali,” kata Hidayat seusai perayaan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pelumas oleh Shell, Selasa (20/8/2013).

Read more...