News Headlines

Faktor Penyebab AS Pasar Ekspor Utama Alas Kaki Indonesia

Amerika Serikat menjadi salah satu pasar utama produk alas kaki buatan Indonesia. Kontribusi ekspor ke Negara Paman Sam tersebut mencapai 27% dari total ekspor.

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mencatat selain AS, Uni Eropa juga menyumbang kontribusi besar terhadap impor sebesar 30%. Tetapi, kontribusi dari Uni Eropa terdiri dari beberapa negara, sedangkan AS merupakan satu negara.

Budiarto Tjandra, Ketua Pengembangan Sport Shoes & Hubungan Luar Negeri Aprisindo, mengatakan saat ini negara yang dipimpin Donald Trump tersebut adalah negara importir sepatu terbesar di dunia walaupun di sana juga terdapat pabrik alas kaki.

Read more...

Ekspor furnitur Indonesia tembus US$ 1,69 Miliar

Industri furnitur nasional mampu menunjukkan daya saingnya di kancah global melalui berbagai produk unggulannya yang unik dan kompetitif. Kemampuan sektor padat karya berorientasi ekspor ini karena ditopang ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia (SDM), dan desain menarik.

“Industri furnitur merupakan salah satu sektor strategis dalam menopang perekonomian nasional. Selain itu, berperan penting dalam mendukung kebijakan hilirisasi industri karena berbasis sumber daya alam lokal, yang terus dipacu nilai tambahnya," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Minggu (10/3).

Kementerian Perindustrian mencatat, kinerja ekspor dari industri furnitur Indonesia dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan tren yang positif. Pada tahun 2016, nilai ekspornya sebesar US$ 1,60 miliar, naik menjadi US$ 1,63 miliar di 2017. Sepanjang 2018, nilai ekspor produk furnitur nasional kembali mengalami kenaikan hingga US$ 1,69 miliar atau naik 4% dibanding tahun 2017.

Read more...

Ingin genjot serapan karet, pemerintah tingkatkan industri ban

Guna meningkatkan penyerapan karet dalam negeri pemerintah mengambil upaya untuk meningkatkan industri ban. Industri ban yang dipilih pemerintah adalah terfokus pada ban vulkanisir.

Ketua Umum Dekarindo Azis Pane menjelaskan target yang ingin dicapai dalam produkai ban vulkanisir adalah 120 ribu ton dalam tahun ini. "Sekarang ini kurang lebih 96.000 ton sampai 100.000 ton. Untuk vulkanisir ban kalau dinaikan bisa 120.000-150.000 ton," jelas Azis Pane ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Rabu (6/3). Angka 120.000 ton dijelaskan Azis ditargetkan dalam jangka pendek tahun ini dan 150 ribu ton pasa tahun depan.

Read more...