News Headlines

Indeks pembelian naik, pengusaha optimistis industri kian bergairah

Para pelaku usaha optimistis industri manufaktur semakin bergairah yang dilihat dari beberapa indikator, misalnya data indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) Indonesia pada Agustus 2018 yang meningkat hingga level 51,9 atau naik dibanding Juli di angka 50,5.

“PMI naik adalah bagian dari investasi di capital goods (barang modal) yang meningkat, dan tentunya juga akan memberikan hasil produktivitas yang optimal sehingga dapat memacu daya saing industri manufaktur,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bidang Perdagangan Benny Soetrisno di Jakarta, Senin.

Sebagai pengusaha, Benny  percaya program dan kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini sudah dalam jalur yang tepat. Apabila langkah itu diikuti pemerintah daerah tingkat I dan II, hasilnya akan maksimal.

Read more...

Masih Prospektif, Industri Alas Kaki Butuh Tambahan Investasi

Sektor alas kaki dalam negeri masih membutuhkan investasi baru untuk memenuhi kebutuhan global yang terus meningkat.

Firman Bakri, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), mengatakan kebutuhan produk alas kaki dunia terus naik mengikuti pertumbuhan penduduk. Selain itu, perubahan struktur industri di China, mendorong banyak produsen alas kaki di negara tersebut hengkang. Padahal, permintaan global banyak berasal dari China, sehingga wajar ekspor alas kaki dari Indonesia terus meningkat.

"Kalau melihat dari faktor itu, Indonesia masih butuh investasi baru untuk sektor alas kaki," ujarnya Kamis (13/9/2018).

Read more...

RI-Sri Lanka perkuat kerja sama sektor industri

Indonesia dan Sri Lanka bertekad untuk menguatkan kerja sama di sektor industri guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara.

“Tentunya banyak sekali peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan Indonesia melalui kemitraan dengan Sri Lanka, seperti di sektor industri perkeretaapian,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.

Kesepakatan ini merupakan hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe di sela perhelatan World Economic Forum (WEF) on Asean di Hanoi, Vietnam.

Read more...