News Headlines

Ekspor Komponen Otomotif Melesat

Kementerian Perindustrian mengungkapkan ekspor dalam bentuk komponen otomotif mengalami peningkatan yang sangat signifikan mencapai 1200% pada 2017 yang jumlahnya mencapai 81 juta pieces komponen.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan pihaknya terus mendorong reorientasi industri otomotif di dalam negeri sebagai upaya menjadikan Indonesia basis produksi untuk tujuan pasar ekspor, selain mampu memenuhi kebutuhan permintaan domestik.

“Peningkatan dan perkembangan dari industri otomotif di Indonesia akan memberikan pengaruh besar bagi kegiatan sektor ekonomi lainnya,” kata Menperin dalam siaran pers, Kamis (26/4).

Menperin menyebutkan, beberapa pencapaian positif dari kinerja industri otomotif di Tanah Air, antara lain adalah total ekspor kendaraan dalam keadaan utuh (completely build up/CBU) pada tahun 2017 sebesar 231.000 unit atau mengalami peningkatan 20% dibanding tahun sebelumnya.

Read more...

Performa Industri Makanan dan Minuman Bakal Tetap Kinclong

Kementerian Perindustrian optimistis kinerja industri makanan dan minuman tetap tumbuh positif pada tahun ini.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan momentum pemilihan kepala daerah yang berlangsung tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia berpotensi dapat meningkatkan konsumsi produk mamin lokal.

“Trennya memang pertumbuhan industri mamin di atas 7%, dengan catatan adanya aturan atau kebijakan yang mendukung peningkatan produksi. Kami memproyeksi kinerja industri mamin tahun ini sebesar 8% hingga 9% sebagai target moderat,” ujarnya Senin (23/4/2018).

Untuk itu, lanjut Panggah, perlu dilakukan sinergi program dan kegiatan antara pemerintah dan pemangku kepentingan dalam pengembangan industri mamin nasional, mulai dari mempermudah akses bahan baku, sistem logistik dan distribusi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan inovasi.

Read more...

Permintaan Baja Nirkarat ke AS Melesat

Permintaan baja nirkarat atau stainless steel ke Amerika Serikat meningkat tajam pada Maret 2018. Diduga, kenaikan ini disebabkan karena pemerintah Negara Paman Sam terus menghidupkan kembali industri domestik.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekspor besi dan baja pada Maret 2018 yang meroket menjadi 35 juta ton dari 2,13 juta ton pada bulan sebelumnya. Adapun, jenis besi/baja yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah produk setengah jadi dari stainless steel dengan penampang silang empat persegi panjang (selain bujur sangkar) dengan kode HS 72189100.

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) Jonathan Handojo mengatakan kenaikan permintaan stainless steel tersebut seiring dengan peningkatan harga nikel yang menjadi bahan baku produk tersebut.

Read more...