News Headlines

Pemerintah Dorong Investasi di Industri Plastik dan Karet

Kementerian Perindustrian terus berupaya menarik lebih banyak investasi industri plastik dan karet di dalam negeri, mulai dari sektor hulu sampai hilir.

Peningkatan investasi di kedua sektor tersebut diharapkan memperkuat struktur industri dan mendongkrak nilai tambah serta mengurangi bahan baku impor.

“Industri plastik dan karet merupakan backbone yang sangat terkait dengan industri-industri lain sehingga dapat menopang pembangunan nasional,” kata Sekjen Kemenperin Haris Munandar dalam keterangan resmi, Rabu (2/5/2018).

Haris mengatakan dalam menarik investor pemerintah telah mengeluarkan berbagai program dan kebijakan strategis dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahan untuk beragam perizinan. Salah satu contohnya adalah pemberian insentif bagi industri padat karya berorientasi ekspor serta industri yang mengembangkan inovasi dan vokasi.

Read more...

Pertumbuhan Industri Makanan & Minuman Dorong Permintaan Kemasan

Permintaan plastik dalam negeri ikut terkerek pertumbuhan industri makanan dan minuman.

Fajar Budiyono, Sekjen Asosiasi Industri Aromatik Olefin dan Plastik Indonesia (Inaplas), mengatakan hingga April permintaan produk plastik hilir meningkat, terutama didorong oleh permintaan dari produsen makanan dan minuman menjelang puasa dan Lebaran. Dengan kenaikan permintaan tersebut, produsen plastik pun juga mulai menggenjot produksinya.

"Permintaan sudah mulai bagus, ada peningkatan. Apalagi industri makanan dan minuman tahun ini lebih optimistis dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya Rabu (2/5/2018).

Fajar berharap daya beli masyarakat terus membaik dan tidak terpengaruh oleh penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Dari sisi pemerintah, Fajar berharap kebijakan yang akan diluncurkan tidak memberatkan industri pengguna.

Read more...

Investasi Manufaktur Kuartal I/2018 Capai Rp62,7 triliun

Realisasi investasi sektor manufaktur sepanjang kuartal I/2018 senilai Rp62,7 triliun.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri senilai Rp21,4 triliun dan penanaman modal asing senilai US$3,1 miliar. Apabila dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama pada tahun sebelumnya, maka realisasi pada 3 bulan pertama tahun ini lebih rendah.

Pada kuartal I/2017 realisasi investasi sektor manufaktur mencapai Rp70,2 triliun yang terdiri dari PMDN senilai Rp27,2 triliun dan PMA senilai US$3,2 miliar.

Azhar Lubis, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, mengatakan kendati lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu, sektor manufaktur bukan berarti sedang dalam kondisi yang tidak baik. Dia menilai hal tersebut disebabkan sektor lain yang tumbuh lebih cepat.

Read more...