News Headlines

Kemenperin Fokus ke Revitalisasi Tekstil

Kementerian Perindustrian bakal fokus melakukan revitalisasi industri tekstil pada sektor hulu.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, mengatakan program tersebut difokuskan ke industri tekstil hulu seperti benang, kain, pencelupan, dan sebagainya, karena impor bahan baku tekstil masih cukup tinggi. Selain itu, industri garmen atau pakaian jadi dalam negeri sudah mampu bersaing secara global.

"Revitalisasi masih kami usahakan berupa pendanaan berbunga rendah dari China atau bantuan penggantian bea masuk untuk mesin," ujarnya di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Kemenperin berencana melanjutkan kembali program revitalisasi industri tekstil setelah program ini diberhentikan pada 2015 untuk dievaluasi. Setelah evaluasi, program revitalisasi untuk mesin dan peralatan tekstil ternyata sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan industri ini, terutama dalam meningkatkan utilisasi.

Read more...

Industri Manufaktur Tumbuh 4,5% Kuartal I/2018

Industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan pada sebesar 4,5% pada kuartal I/2018, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya di angka 4,28%. Sektor manufaktur masih memberikan kontribusi terbesar dengan mencapai 20,27% terhadap perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan tersebut karena didukung dari peningkatan produksi baik di sektor skala besar maupun industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, pertumbuhan juga didukung oleh kenaikan ekspor untuk komoditas non migas.

Airlangga menyebutkan, pada periode kuartal I/2018, industri pengolahan non migas tumbuh sebesar 5,03%, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2017 sekitar 4,8%.

Read more...

Kementerian Perindustrian Terus Dongkrak Daya Saing IKM

Kementerian Perindustrian terus mendongkrak daya saing industri kecil dan menengah, termasuk dengan pelatihan mengemas produk.

Eddy Siswanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, menuturkan selama ini pihaknya juga telah aktif dalam peningkatan kualitas produk UMKM, salah satunya melalui balai besar yang terdapat di beberapa provinsi. Selain itu, Kemenperin juga memiliki rumah kemasan sebanyak 24 unit yang memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM agar mampu mengemas produk sesuai standar pasar.

"Kami juga telah meluncurkan e-smart IKM dengan menggandeng market place yang ada," katanya.

Dalam program bersama tujuh kementerian/lembaga lain ini, Kemenperin bertugas untuk meningkatkan manajemen keuangan dan pengadaan alat produksi, revitalisasi bangunan, pendampingan, bimtek, sosialisasi dan komunikasi, serta memfasilitasi sarana prasarana dan pasokan bahan baku.

Read more...