News Headlines

Industri makanan minuman optimistis meningkat

Industri makanan dan minuman masih menjadi tumpuan. Sektor ini memang vital, mengingat memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap produk domestik bruto (PDB) non-minyak dan gas (migas) Tanah Air.  

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, meski mengalami penurunan pada triwulan II-2017 lalu, industri makanan dan minuman tetap akan terus didorong.  Sekadar gambaran, triwulan III-2017 pertumbuhan industri makanan dan minuman tercatat sebesar 7,19%. Sementara triwulan I-2017, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 8,15%.

Dari sisi pertumbuhan,  industri makanan dan minuman merupakan sektor yang tercatat konstan, yakni berada di atas 7%. “Makanan minuman adalah salah satu sektor yang pertumbuhannya konsisten tinggi. Karena makanan dan minuman dapat diserap dalam negeri dengan sangat kuat,” kata Airlangga, Selasa (10/10).

Read more...

Kemenperin optimistis sektor IKTA tumbuh 4,7 persen

Kementerian Perindustrian optimistis sektor Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) tumbuh sesuai target yakni 4,7 persen hingga akhir 2017, demikian disampaikan Dirjen IKTA Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono.

"Secara total target 4,7 persen bisa dicapai. Kalau sektor industri karet bisa naik, itu bisa sampai 5 persen, namun kelihatannya masih flat," ujar Sigit saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Sigit menyampaikan, angka pertumbuhan sektor IKTA tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya, di mana sektor ini hanya tumbuh sekitar 2 persen.

Read more...

Menperin pacu pertumbuhan industri

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, instansinya bertekad memacu pertumbuhan industri pengolahan non-migas sebagai sektor yang selam ini memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Untuk itu, Kemenperin berperan menarik investasi di sektor industri.

“Kami pun fokus pada hilirisasi industri, selain sebagai penggerak utama ekonomi di Indonesia, industri mampu membawa multiplier effect melalui peningkatan nilai tambah bahan baku lokal, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa dari ekspor,” kata Airlangga melalui keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Read more...