News Headlines

Industri makanan dan minuman optimis di tahun politik kinerja akan naik

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memandang positif tahun politik. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan tahun politik justru membuat uang beredar di masyarakat makin banyak.

Alhasil industri makanan dan minuman (mamin) bisa ikut terangkat pertumbuhan. "Tentu banyak acara-acara yang diadakan di tahun politik yang membutuhkan makanan juga," kata Adhi, Kamis (27/9). Hanya saja Adhi mengingatkan industri mamin bisa naik di tahun politik tetapi harus dalam kondisi yang aman dan kondusif.

Adhi mengaku secara pertumbuhan kinerja industri mamin sampai saat ini dalam jalur baik. Namun dirinya menilai kuartal III akan turun sedikit dibanding kuartal II mengingat usai lebaran biasanya ada penurunan permintaan sedikit.

Read more...

Ekspor semen dapat tingkatkan utilisasi pabrikan yang dinilai masih rendah

Konsumsi semen di Indonesia sampai bulan Agustus kemarin masih tergolong stagnan. Hal ini berbanding terbalik dengan penjualan ekspor yang meningkat tajam.

Mengutip data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), dari Januari-Agustus 2018 total konsumsi semen dalam negeri sekitar 43 juta ton, atau bertumbuh 4,6% yoy. Sedangkan penjualan ekspor tumbuh pesat hampir 2 kali lipat, dari 1,8 juta ton di Januari-Agustus 2017 menjadi 3,7 juta ton di periode yang sama tahun ini.

Menurut Widodo Santoso, Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) peningkatan ekspor ini cukup menggembirakan, setidaknya diharapkan dapat sedikit meningkatkan utilitas pabrikan semen. "Paling tidak mengurangi stok semen dan klinker yang menumpuk di pabrik," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (26/9).

Read more...

Memilih Jalan Hidup

Ada seorang anak muda, dia kuliah di kampus top, jurusan paling top, dan lulus sebagai lulusan paling top pula.

10 tahun berlalu, saat teman-temannya menyangka anak muda ini akan kerja di Amerika, atau Eropa sana, menjadi eksekutif perusahaan raksasa, dengan gaji super tinggi, ternyata tidak. Anak muda ini memilih mengabdikan hidupnya di pedalaman sana, menjadi guru.

Aduh rugi sekali. Buat apa dong nilai Matematika-nya yang selalu seratus? Buat apa dong dia menguasai 4 bahasa asing? Buat apa semua pendidikan tersebut jika hanya kerja di pedalaman sana, di tengah hutan, bersama anak-anak kampung? Rugi!

Read more...