News Headlines

Kemenperin lindungi industri keramik dari serbuan impor

Kementerian Perindustrian terus berupaya melindungi industri bahan galian nonlogam dari serbuan produk impor.

Di antaranya, dengan mendorong implementasi kebijakan non-tariff barriers (NTB) bagi industri keramik dan kaca yang memiliki potensi besar untuk unggul di pasar global.

"Daya saing industri kaca kita nomor satu di Asean, sementara industri keramik menempati peringkat kedelapan. Jadi, lewat NTB diharapkan impor tidak lagi mudah masuk tanpa lewat pengecekan atau verifikasi kualitas produk," kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono melalui keterangannya di Jakarta, Kamis.

Read more...

Sinkronisasi Industri Hulu dan Hilir Jadi Kunci di Industri Makanan

Sinkronisasi industri hulu hingga hilir dan program antarkementerian dan lembaga menjadi kunci utama peningkatan daya saing produk makanan Indonesia. Daya saing yang kuat akan mendorong pertumbuhan ekspor produk tersebut di pasar global.

Adhi S Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), mengatakan saat ini banyak tantangan yang dihadapi sektor makanan yang menghambat peningkatan ekspor, terutama masalah ketergantungan bahan baku yang tinggi. Hal ini disebabkan industri hulu kurang didukung pengembangannya oleh pemerintah, di sisi lain hilirisasi terus berjalan.

Adhi mencontohkan di sektor pengolahan kakao misalnya, pada 2010 pemerintah mengadakan program gerakan nasional (gernas) dan mendorong industrialisasi dengan menaikkan bea keluar sebesar 10% dengan tujuan agar biji kakao diolah di dalam negeri. Dalam kurun waktu 4 tahun, kapasitas industri pengolahan kakao naik dari 100.000 ton per tahun menjadi 600.000 ton per tahun.

Read more...

Ekspor Manufaktur Indonesia Digenjot

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya terus menarik investasi baru maupun untuk perluasan dalam upaya peningkatan ekspor produk manufaktur. Pada 2030, ditargetkan ekspor Indonesia mencapai 10% dari produk domestik bruto.

Melalui penanaman modal tersebut, industri pengolahan juga akan membawa dampak berganda pada perekonomian nasional, seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, dan penerimaan negara dari ekspor.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas produksi serta akses kemudahan dalam upaya memperluas pasar produk industri, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Read more...