News Headlines

Produsen semen bidik penjualan di pasar ekspor

Untuk meningkatkan utilisasi produksi, produsen semen mulai membidik pasar ekspor. Hal ini mengingat adanya kelebihan kapasitas (overcapacity) di dalam negeri.

Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), penjualan semen pada 2018 mencapai 75,2 juta ton, naik 8,6% dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 69,51 juta ton merupakan penjualan di pasar domestik dan 5,7 juta ton dari pasar ekspor.

Sepanjang 2018, konsumsi semen di dalam negeri hanya tumbuh 4,9% menjadi 69,51 juta ton. Adapun ekspor semen nasional pada 2018 menjadi 5,7 juta ton atau naik dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,9 juta ton.

Read more...

Kemenperin: kebutuhan gula naik, kinerja industri makanan dan minuman tumbuh

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.

Peningkatan ini mengikuti pertumbuhan kedua sektor industri tersebut yang mampu di atas tujuh persen per tahun.

"Pada periode Januari-September 2018, industri makanan dan minuman tumbuh mencapai 9,74 persen, sedangkan industri farmasi tumbuh 7,51 persen pada kuartal I tahun 2018. Kami pun memproyeksi pertumbuhan kedua sektor itu mampu di atas 7-8 persen pada tahun 2019," kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Read more...

Peningkatan Investasi Sektor Industri Kimia, Farmasi, & Tekstil Jadi Prioritas

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) jadikan peningkatan investasi sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil sebagai program kerja prioritas pada 2019. Peluang investasi pada sektor tersebut dinilai masih luas sehingga perlu didukung iklim regulasi yang baik.

Sekjen Kemenperin Haris Munandar menyampaikan hal tersebut usai pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kemenperin, Senin (14/01/2019). Dia menjelaskan sektor tersebut penting untuk dikembangkan karena mencakup industri padat modal dan padat karya.

"Industri kimia pasti capital intensive. Nah, industri tekstil dia di tengah-tengah, ada yang labour [intensive] ada yang di capital [intensive]," ujar Haris kepada Bisnis.

Read more...