News Headlines

Industri Kemasan Obat Diproyeksikan Tumbuh 5%

Industri kemasan obat diprediksi bakal tumbuh tahun ini sejalan dengan penambahan peserta asuransi kesehatan negara. Namun, produk impor masih membayangi dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang rendah.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan industri kemasan medis, ampul, dan vial, dapat tumbu di atas 5% pada tahun ini. Hal tersebut dipicu oleh penambahan peserta jaminan kesehatan universal melalui Badan Penjamin Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Ini harusnya penggunanya [BPJS Kesehatan] naik, sehingga [konsumsi] obatnya meningkat. Normalnya, kalau obatnya naik, [produksi] ampulnya tambah,” ujarnya dalam kunjungan ke PT Schott Igar Glass (SIG) , Rabu (24/4/2019).

Read more...

Menperin: Investasi manufaktur semakin moncer seusai pemilu

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengaku optimistis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sektor industri manufaktur seusai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Dengan mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0, selain diproyeksi industri dapat tumbuh optimal, juga mendorong kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Setelah Pemilu 2019 akan banyak proyek priotitas yang akan segera berjalan, termasuk beberapa proyek prioritas seperti di industri petrokimia. Selain itu, finalisasi peraturan mengenai mobil listrik dan pemberian insentif bagi industri,” kata Menperin dikutip dari laman Setkab.go.id, Sabtu (20/4).

Airlangga menerangkan, tren pertumbuhan industri seusai pemilu akan terjadi, karena Indonesia adalah negara yang paling matang dalam penerapan sistem demokrasinya. Demokrasi yang matang menjadi modal pemerintah dalam menarik investasi dari luar negeri.

Read more...

Kuartal I/2019, Konsumsi Semen Naik 4%

Serapan semen secara total pada kuartal I/2019 tercatat sebesar 17,06 juta ton atau naik sekitar 4% secara tahunan.

Widodo Santoso, Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI), mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh konsumsi di ekspor sebesar 1,367 juta ton atau naik hingga 97% y-o-y, sedangkan konsumsi dalam negeri tercatat 15,7 juta ton atau turun tipis sebesar 0,2% y-o-y.

"Para produsen semen sekuat tenaga untuk meningkatkan konsumsi ekspor, terutama untuk tujuan Bangladesh, Australia, Afrika, dan Filipina, bahkan ke daratan China," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (16/4/2019).

Untuk konsumsi domestik, di beberapa wilayah masih mengalami kenaikan sepanjang kuartal I/2019, seperti Kalimantan dengan pertumbuhan 5,7%, Sulawesi dengan pertumbuhan 5,1%, Bali dan Nusa Tenggara dengan pertumbuhan 15,7%, serta Maluku dan Papua dengan pertumbuhan 5,2%.

Read more...