News Headlines

Pelaku Industri Tetap Optimistis

Pelaku industri terus meyakini iklim bisnis dalam negeri masih positif dan tidak terpengaruh oleh peristiwa teror di beberapa kota.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan bagi investasi, kepastian hukum dan keamanan memang diperlukan. Selepas kejadian teror yang terjadi sejak Minggu (13/5/2018), pelaku industri masih memandang kondisi di Indonesia belum mengkhawatirkan.

"Kami berbicara dengan pelaku industri seluruhnya masih positif," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Airlangga meyakinkan seluruh komponen masyarakat, termasuk pelaku industri, tidak boleh terkena imbas dari kejadian teror tersebut. Menurutnya, aksi teror bertujuan mengganggu stabilitas suatu negara, salah satunya kegiatan investasi dan bisnis.

Read more...

Belanda Jadi Pintu Masuk Ekspor Produk Manufaktur

Pemerintah mengincar Belanda sebagai pintu masuk produk manufaktur Indonesia ke Eropa.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan produk unggulan yang disiapkan masuk ke pasar Eropa melalui perjalanan langsung Indonesia-Belanda adalah minyak kelapa sawit dan produk turunannya.

"Ini tergantung dari perkembangan produknya itu sendiri. Komoditas ini harapannya, seperti CPO, tidak lagi dihambat," kata Airlangga melalui keterangan tertulis, Rabu (16/5/2018).  

Produk lain yang disiapkan untuk langsung dikapalkan ke Eropa adalah tekstil dan produk tekstil serta alas kaki. "Apalagi untuk daya saing produk alas kaki kita sudah masuk nomor enam di dunia, sehingga potensinya besar untuk perluasan pasar ekspor," kata Airlangga.

Read more...

Kemenperin Fokus ke Revitalisasi Tekstil

Kementerian Perindustrian bakal fokus melakukan revitalisasi industri tekstil pada sektor hulu.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, mengatakan program tersebut difokuskan ke industri tekstil hulu seperti benang, kain, pencelupan, dan sebagainya, karena impor bahan baku tekstil masih cukup tinggi. Selain itu, industri garmen atau pakaian jadi dalam negeri sudah mampu bersaing secara global.

"Revitalisasi masih kami usahakan berupa pendanaan berbunga rendah dari China atau bantuan penggantian bea masuk untuk mesin," ujarnya di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Kemenperin berencana melanjutkan kembali program revitalisasi industri tekstil setelah program ini diberhentikan pada 2015 untuk dievaluasi. Setelah evaluasi, program revitalisasi untuk mesin dan peralatan tekstil ternyata sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan industri ini, terutama dalam meningkatkan utilisasi.

Read more...