News Headlines

Industri Makanan dan Minuman Optimistis Tumbuh Maksimal

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) optimis mampu bertumbuh maksimal tahun ini asal kondisi perekonomian kondusif.

“Makanan dan minuman masih optimis pasti tetap tumbuh untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Namun kalau ekonomi terganggu, pertumbuhan kurang optimal,” kata Ketua Gapmmi Adhi Lukman lewat pesan singkat di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Menanggapi situasi politik saat ini, Adhi menyarankan agar semua pihak mengggunakan jalur konstitusi untuk menyelesaikan persoalan. “Kami apresiasi Presiden Joko Widodo yang mengajak semua bersatu demi Indonesia. Lebih baik memikirkan ke depan agar ekonomi tidak terganggu,” ungkap Adhi.

Read more...

Industri Pengolahan Diproyeksi Tumbuh di Kuartal II 2019

Kementerian Perindustrian meyakini pertumbuhan sektor pengolahan pada kuartal II membaik dibandingkan kuartal sebelumnya. Optimisme juga disampaikan oleh asosiasi pelaku usaha dan pakar ekonomi.

Haris Munandar, Sekretaris Jenderal Kemenperin, mengatakan pihaknya memprediksi seusai pemilihan umum 17 April 2019 lalu iklim usaha semakin membaik. Selain itu, konsumsi juga meningkat dengan adanya tunjangan hari raya (THR) serta gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS).

"Bisa lebih baik lah dari kuartal lalu, mendekati 5%," ujarnya di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan sepanjang periode Januari--Maret 2019 tercatat sebesar 4,80% y-o-y. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,08%, sementara pada kuartal II/2018 tumbuh sebesar 4,27%.

Read more...

Potensi pasar industri kacamata dalam negeri makin lebar

Pasar industri kacamata dalam negeri dinilai sangat besar. Setidaknya 50% penduduk Indonesia telah menggunakan kacamata. Setahun sekali akan ada masyarakat yang mengganti kacamatanya, ini membuat pasar kacamata semakin potensial.

Direktur PT Attala Indonesia Wenjoko Sidharta mengklaim masyarakat Indonesia memiliki 2 hingga 3 kacamata. "Tren penggunaan kacamata ini marak terjadi setelah teknologi sudah menjadi kebutuhan manusia,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Sabtu ( 18/5).

Asal tahu saja, Atalla Indonesia adalah satu-satunya produsen kacamata yang terintegrasi di Indonesia. Kapasitas produksi perusahaan itu sebesar 4.500 lusin kacamata per hari dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 600 orang karyawan.

Read more...