News Headlines

Industri Keramik Optimistis Produksi 2019 Tumbuh 7%

Industri keramik Indonesia menargetkan produksi keramik nasional pada tahun ini sebanyak 420 juta m2 hingga 430 juta m2 sepanjang 2019. Angka tersebut lebih tinggi 7%--9% dibandingkan dengan volume produksi pada tahun lalu.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menargetkan produksi keramik nasional akan mencapai 420 juta hingga 430 juta m2 sepanjang 2019. Angka tersebut lebih tinggi 7%--9% dibanding jumlah produksi pada tahun.

"Kami harapkan bisa tumbuh 7% - 9% pada tahun ini," ujarnya di sela-sela Dalam pembukaan Pameran Keramika 2019 dan Seminar Nasional Peningkatan Daya Saing Industri Keramik Nasional, Kamis (14/3/2019).

Read more...

Manufaktur Andalan Making Indonesia 4.0 Tumbuh Cepat, Apa Saja?

Sepanjang tahun lalu, sektor manufaktur andalan dalam implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 mencatatkan pertumbuhan tinggi.

Kementerian Perindustrian mencatat industri alat angkut dan otomotif tumbuh sebesar 9,49%, industri kulit dan alas kaki tumbuh sebesar 9,42%, industri logam dasar tumbuh sebesar 8,99%, industri tekstil dan produk tekstil tumbuh sebesar 8,73%, serta industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,91%

“Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan tinggi tersebut merupakan sektor yang menjadi andalan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Rabu (13/3/2019).

Read more...

Menperin: Ekspor otomotif Indonesia ke Australia berpeluang naik

Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang sudah resmi diteken, diproyeksikan mampu membuka lebih lebar peluang menggenjot ekspor mobil listrik ke Australia.

Kerja sama ini juga akan memberi peluang Indonesia untuk ekspor mobil listrik dan hybrid ke Negeri Kanguru tersebut dengan tarif preferensi 0 persen. Dengan penandatanganan itu, 6.747 pos tarif barang asal Indonesia akan dibebaskan bea masuknya ke Australia.

Dalam sepuluh tahun terakhir, industri otomotif di Australia menutup pabriknya karena pasar negara kanguru tersebut dianggap tidak menguntungkan bagi para produsen mobil. Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan roda empat, selama ini Australia mengandalkan impor dari beberapa negara seperti Thailand, Jepang, China, dan India.

Read more...