News Headlines

Perluas Pasar ke Australia, Produk Tekstil dan Mobil CBU Jadi Andalan

Kementerian Perindustrian mendorong produk tekstil, pakaian, dan alas kaki dari Indonesia memperdalam bisnisnya di Australia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menuturkan pihaknya bersama kementerian terkait tengah mengakselerasi penyelesaian perundingan perdagangan bebas dalam kerangka Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Kerja sama bilateral yang komprehensif tentu akan mendongkrak ekspor produk RI ke Australia," kata Airlangga melelui keterangan resminya, Selasa (17/7/2018).

Dalam perundingan ini Indonesia, kata Airlangga, meminta produk tekstil dan alas kaki dari tanah air bebas bea masuk. Saat ini produk Indonesia dikenakan tarif sebesar 10% sampai 17% persen. "Kalau bisa dihapuskan atau menjadi 0 persen," katanya,

Read more...

Industri Kosmetik Diperkirakan Tumbuh 7,33% Tahun Ini

Industri komestik nasional diperkirakan tumbuh 7,33% sepanjang tahun ini sejalan dengan pertumbuhan perusahaan rintisan dan kebutuhan konsumen yang semakin berkembang.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian, mengatakan industri kosmetik merupakan salah satu industri yang pertumbuhannya paling tinggi pada kuartal I/2018.

Kemenperin mencatat pada tahun lalu, industri kosmetik tumbuh sebesar 6,35% dan naik menjadi 7,36% pada kuartal I/2018. Achmad meyakini pertumbuhan tersebut dapat berlanjut hingga akhir tahun ini.

“Pertumbuhannya di atas pertumbuhan ekonomi yang tahun lalu mencapai 5,3%. Ini industri yang sangat menjanjikan. Tahun ini kami targetkan tumbuh 7,33%,” ujarnya, Senin (16/7).

Read more...

Kemenperin Usulkan Insentif Fiskal bagi Industri Pengolahan Susu

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan pemberian insentif kepada industri pengolahan susu (IPS) dalam negeri untuk meningkatkan daya saing.

Adapun fasilitas tersebut adalah bentuk apresiasi kepada pelaku usaha yang telah menjalin kemitraan dengan para peternak sapi perah lokal dan menyerap banyak susu segar dalam negeri (SSDN).

“Tentu saja bagi industri yang melakukan upaya kemitraan akan diberi apresiasi dengan pemberian insentif. Namun, ada persyaratan kemitraan yang harus dipenuhi agar dapat mengajukan permohonan insentif ini,” kata Direktur Industri Minuman, Tembakau, Bahan Penyegar Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Sabtu (4/7/2018).

Pemberian insentif berupa bea masuk bahan baku ini diberikan sebagai salah satu upaya Kemenperin mendorong pengembangan industri pengolahan susu nasional.

Read more...