News Headlines

Ada Perang Dagang, Begini Strategi Sektor Logam Kemenperin

Kementerian Perindustrian menjanjikan pengetatan aturan impor logam tidak akan menghambat pertumbuhan bisnis.

Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian  (ILMATE Kemenperin) menuturkan saat ini impor logam didominasi oleh mesin, suku cadang hingga bahan baku. Produk-produk ini dibutuhkan oleh industri untuk kelancaran dan pengembangan usaha.

"Yang penting defisit [sektor logam] tidak terlalu besar," kata Harjanto di Gedung DPR RI, Senin (9/7/2018) malam.

Dia mengatakan dalam data BPS, lonjakan impor sektor logam cukup terasa. Tercatat impor meningkat dari US$6 miliar pada 2016 menjadi US$8 miliar pada tahun berikutnya. Angka ini diyakini pada tahun ini akan lebih tinggi seiring ekspansi bisnis yang dilakukan oleh dunia usaha.

Read more...

Permintaan Alat Berat Diyakini Terus Naik

Kementerian Perindustrian meyakini permintaan terhadap alat berat dalam negeri bakal terus meningkat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan permintaan tersebut seiring dengan perbaikan harga komoditas, pembangunan sektor konstruksi, dan kenaikan aktivitas sektor pertambangan di dalam negeri.

Hal ini tentu membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. “Untuk itu, kami berharap kepada pelaku industri alat berat dapat memanfaatkan dengan menguatnya harga komoditas untuk memacu produksinya,” katanya dalam keterangan resmi pada Kamis (5/7/2018).

Merujuk data Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi), dalam 2 tahun terakhir terdapat kenaikan produksi alat berat. Pada 2016 produksi mencapai 3.678 unit dan 2017 menjadi 5.609 unit. Sementara itu, produksi di kuartal I/2018 tercatat 1.684 unit.

Read more...

Menperin sebut nilai investasi sektor kimia sudah mencapai Rp 42,2 triliun

Indonesia saat ini dipandang sebagai salah satu negara industri kimia yang potensial menjadi terbesar di dunia. Dalam dua dekade terakhir, industri manufaktur menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan, terutama dari aspek nilai tambah manufaktur di sektor kimia.

Hal tersebut dipaparkan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Kaltim Industrial Estate di Bontang, Kalimantan Timur, Sabtu (7/7).

Menurutnya, perkembangan industri kimia di Indonesia yang cukup baik dimana pada tahun 2017, pertumbuhan industri kimia mencapai 3,48% dengan pertambahan nilai investasi mencapai Rp 42,2 triliun.

Read more...