Kementerian Perindustrian optimistis industri makanan dan minuman yang masuk kategori sektor permintaan tinggi selama pandemi Covid-19 ini akan mencetak pertumbuhan 3-4 persen tahun ini.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengatakan pihaknya telah bertemu dengan pelaku usaha dan asosiasi yang menunjukkan peningkatan kinerja industri makanan dan minuman pada Juli.

"Pertumbuhan industri makanan dan minuman sepanjang tahun ini diproyeksi mencapai 3-4 persen," katanya melalui siaran pers, Minggu (20/9/2020).

Adapun Kemenperin mencatat pada kuartal I/2020, sektor industri makanan dan minuman memberikan kontribusi sebesar 36,4 persen terhadap PDB manufaktur. Pada periode yang sama, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,9 persen.

Beikutnya, pada semester I/2020, industri ini memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian nilai ekspor pada sektor manufaktur, dengan angka menembus US$13,73 miliar.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan per Agustus utilisasi industri mamin rerata 60-70 persen. Sementara meski belum bisa diproyeksi kembali normal 100 persen tetapi pihaknya optimistis akan semakin membaik hingga akhir tahun.

"Belum bisa [kembali ke posisi] 100 persen seperti normal, tapi perkiraan saya [utilisasi bisa naik ke] 70-80 persen [pada akhir tahun," ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Adhi berharap stimulus yang telah dikucurkan pada Agustus 2020 akan konsisten berjalan hingga akhir 2020. Adapun, stimulus tersebut dinilai menjadi kunci perbaikan industri mamin hingga akhir tahun.

Adapun, Adhi menyatakan pabrikan mamin harus menyiapkan setidaknya dua poin dalam menjawab peningkatan permintaan yang diproyeksi akan terjadi hingga akhir kuartal IV/2020. Kedua poin tersebut adalah ketersediaan bahan baku dan kapasitas produksi.

Sejauh ini, Adhi berujar pabrikan harus terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk menyiapkan bahan baku. Gapmmi pun masih akan mengoordinasikan ketersediaan jagung untuk industri makanan dan akan mengevaluasi ketersediaan garam.

Sumber: https://ekonomi.bisnis.com