Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggenjot kinerja industri furnitur karena merupakan industri yang berorientasi ekspor dan padat karya.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau langsung proses produksi dan penerapan protokol kesehatan di pabrik furnitur PT Saniharto Enggalhardjo, Demak, Jawa Tengah.

“Kami melihat Saniharto telah menjadi kebanggaan bagi bangsa, dengan mampu menghasilkan produk-produk yang klasifikasinya high-end,” kata Menperin lewat keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Hal tersebut juga membuktikan bahwa kompetensi SDM industri di Indonesia berkualitas. Misalnya, yang ditunjukkan oleh para karyawan PT Saniharto Enggalhardjo dalam membuat alat musik grand piano dengan spesifikasi yang terbaik di dunia.

“Saniharto ini adalah industri dalam negeri yang telah mendapat kepercayaan luar biasa dari klien internasional, bukan hanya level biasa saja, tapi dari kalangan ekonomi up scale. Dengan menghasilkan produk berkualitas tinggi ini, artinya anak bangsa mampu memenuhi kebutuhan dan selera pasar global,” papar Menperin.

Bahkan di tengah masa pandemi Covid-19, pabrik yang memproduksi furnitur ekspor untuk kebutuhan perhotelan, apartemen, perumahan mewah, serta perkantoran itu masih menerima order baru yang cukup besar dari jaringan perusahaan hotel di luar negeri, sehingga perusahaan tetap beroperasi tanpa melakukan PHK maupun pemotongan gaji,dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap 2.000 pekerjanya.

Guna mencegah penyebaran COVID-19 di antara karyawan, PT Saniharto Enggalhardjo memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat.

Dimulai dengan menerapkan antrean berjarak saat karyawan masuk perusahaan, pengecekan suhu tubuh secara berkala, penyediaan bilik disinfektan, juga penerapan jaga jarak saat bekerja.

Menperin menyampaikan salah satu tujuan peninjauan ke PT Saniharto adalah melihat penerapan protokol kesehatan di perusahaan. Ini merupakan tugas bagi Kemenperin yang selama ini menerbitkan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) kepada perusahaan dan kawasan industri.

“Perusahaan ini sudah menjalankan protokol kesehatan dengan sangat baik, dan tidak ada kasus. Ini sebuah hal yang sangat membanggakan, sehingga saya dapat merekomendasikan kepada Bapak Presiden untuk hadir di pabrik ini,” tutur Agus.

Kemenperin mencatat industri furnitur mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui capaian nilai ekspornya. Sepanjang tahun 2018, nilai pengapalan produk furnitur nasional menembus hingga 1,69 miliar dolar AS atau naik empat persen dibanding perolehan tahun 2017.

Sumber: https://www.antaranews.com