Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan industri otomotif bisa menyentuh 6 persen pada 2020 dengan oleh proteksi industri, peningkatan ekspor hingga insentif fiskal.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan laju industri otomotif di Tanah Air masih bisa diakselerasi pada tahun ini, meskipun di tengah kondisi tekanan ekonomi global hingga dampak wabah virus corona.

Kemenperin pun memasang target pertumbuhan industri otomotif bisa menyentuh 6 persen pada 2020.

“Kita semua harus punya semangat optimisme dalam membangun industri, karena akan berdampak luas terhadap perekonomian,” katanya, dalam keterangan pers yang dikutip dari situs resmi Kemenperin, Senin (9/3/2020).

Untuk mempermudah target tersebut, pemerintah akan menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi sektor industri, di antaranya dengan memberikan kemudahan perizinan dan insentif fiskal. Agus menyebutkan, misalnya dukungan insentif super tax deduction.

Menurutnya, langkah ini untuk meningkatkan investasi dalam hal menciptakan inovasi dan penguatan kompetensi sumber daya manusia industri.

Bahkan, guna melindungi industri otomotif dalam negeri, khususnya produsen kendaraan komersial, Menperin menegaskan pihaknya tidak akan memberikan izin untuk masuknya impor truk bekas ke pasar domestik.

“Proteksi ini diberikan untuk meningkatkan utilisasi industri kita. Jadi, saya memastikan bahwa impor itu tidak terjadi, kecuali memang belum bisa diproduksi di dalam negeri,” ungkapnya.

Selain itu, Kemenperin dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akan saling berkolaborasi mempertajam taji sektor otomotif di dalam negeri. Apalagi, pemerintah memasang target ekspor untuk kendaraan CBU Indonesia bisa menembus 1 juta unit pada tahun 2024.

Tahun ini, penguatan daya saing industri otomotif di dalam negeri melalui pendalaman struktur manufakturnya jadi isu sentral.

“Saat ini kita punya sekitar 700 industri komponen yang mendukung sektor otomotif. Jumlah tersebut perlu terus dipacu, namun yang terpenting saat ini kita harus optimalkan dari potensi yang ada untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” katanya.

Adapun industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Hal ini sesuai dengan implemensi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Sementara itu, sumbangsih lainnya diperlihatkan dari capaian ekspor kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang menujukkan tren posistif. Pada 2019, jumlah ekspor kendaraan Completely Build Up (CBU) tercatat 332.000 unit atau naik 25,5 persen dari tahun sebelumnya. Selain itu, ekspor kendaraan Completely Knock Down (CKD) sebanyak 511.000 set atau naik 523,5 persen dibandingkan dengan 2018.

Sumber: https://ekonomi.bisnis.com