Asosiasi Semen Indonesia (ASI) akan mengarahkan pabrikan semen domestik untuk memacu ekspor guna mempercepat optimalisasi utilitas pabrikan semen nasional.

Ketua Umum ASI Widodo Santoso mengatakan pihaknya telah mengarahkan pabrikan lokal untuk memperbesar pasar ekspor hingga ke Benua Amerika. Menurutnya, sebagian pabrik telah mulai mengekspor semen ke Peru untuk membuka jalan ke pasar Amerika Selatan.

“Ekspor adalah yang satu-satunya kami harapkan bisa meningkat seperti tahun ini [atau] naik sekitar 15%—20%. Sehingga, apabila [konsumsi] dalam negeri ada penurunan bisa diantisipasi dengan kenaikan jumlah ekspor terebut,” katanya kepada Bisnis, Kamis (19/12/2019).

Dalam catatan ASI, volume ekspor pada November naik lebih dari 20% secara  tahunan menjadi 680.000 ton. Secara komposisi, ekspor semen pada november mencapai 129.621 ton, sementara itu ekspor clinker mencapai 554117 ton.

Adapun, volume ekspor pada Januari—November naik 17% menjadi 6,08 juta ton. Kenaikan volume ekspor tersebut membuat produksi pabrikan pada tahun ini diramalkan tetap tumbuh 1,1% meskipun konsumsi lokal tercatat negatif.

Di sisi lain, lonjakan konsumsi pada wilayah timur membuat konsumsi awal kuartal IV/2019 yakni -1,2% membaik menjadi -0,2%. Adapun, konsumsi semen di daerah Sulawesi, Nusa tenggara, dan  Maluku dan Papua masing-masing secara tahunan naik 22%, 31%, dan 14,8%.

Sementara itu, konsumsi di sekitar daerah Jawa dan Sumatra yang mendominasi konusmsi semen nasional lebih dari 75% mulai mencatatkan kinerja positif. ASI mendata konsumsi di Sumatra naik 8,5% menjadi 1,4 juta ton, sedangkan di Jawa naik 6,6% menjadi 3,8 juta ton pada November.

Sumber: https://ekonomi.bisnis.com