Pertumbuhan industri makanan dan minuman pada 2020 ditargetkan melampaui 9%, setelah pada tahun ini diperkirakan hanya mencapai 8%. Salah satu pemicunya adalah kenaikan produksi sejumlah subsektor.

Abdul Rochim, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, mengatakan kinerja industri makanan dan minuman (mamin) pada tahun ini cukup dipengaruhi sejumlah faktor pada semester I/2019, termasuk agenda pemilihan umum. Pada periode itu, katanya, investor bersikap menunggu untuk berekspansi.

Pada 2020, jelasnya, sejumlah faktor itu dinilai tidak akan mengadang kinerja industri lagi sehingga mampu bisa lebih baik.

"Kami berharap di atas 9%. Terbuka dua digit, sebab memang lebih kondusif," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Rochim menilai akan terjadi peningkatan produksi di sejumlah subsektor mamin pada tahun depan. Salah satunya, jelas dia, adalah produksi gula yang meningkat dengan peningkatan kapasitas di sejumah pusat prdouksi.

Di sisi lain, peningkatan investasi di sektor ini mulai terasa pada semester II/2019 dan diperkirakan bakal berlanjut hingga tahun depan. "Masih banyak [subsektor] yang akan kami dorong," ujarnya.

Rochim menjelaskan pertumbuhan industri mamin pada tahun ini diharapkan bisa mencapai kisaran 8%. Pada kuartal III/2019, jelasnya, sektor mamin mampu bertumbuh sebesar 8,33%.

Namun, sektor ini secara tahunan kinerja industri ini baru mencapai 7,72% pada periode Januari - September 2019. Selain peningkatan investasi, dia menilai bahwa periode Natal dan tahun baru akan berdampak pada kinerja sektor tersebut.

"Sudah kelihatan pertumbuhan. Harapannya sih bisa 8% triwulan terakhir, tetapi di bawah 8,5%," ujarnya.

Lebih lanjut, Rochim mengatakan Kemenperin akan mendorong sektor mamin agar terus meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hingga kuartal III/2019, jelasnya, kontribusi sektor tersebut sudah mencapai 36% bagi PDB dan diharapkan terus meningkat.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan pihaknya belum yakin industri mamin meningkat dua digit pada tahun depan. Namun, dia optimistis sektor ini bisa meningkat 9% pada tahun depan.

"Paling tidak bisa 9% pada tahun depan," katanya kepada Bisnis.

Adhi mengatakan pihaknya berharap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang baru dilantik bulan lalu mampu mendorong implementasi deregulasi agar sektor mamin bisa terus bertumbuh. Penyederhanaan regulasi melalui undang-undang besar atau omnibus law pun diharapkan bisa segera terealisasi.

Sumber: https://ekonomi.bisnis.com